Rapat Percepatan Fasilitasi Pembiayaan Usaha Pariwisata Melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Sektor Pariwisata

Jumat, 12 Juli 2019

0

144

Dalam perkembangannya, KUR telah mengalami beberapa perubahan baik skema maupun regulasi. Pada Oktober 2017, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Komite Kebijakan Pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah telah menetapkan penurunan suku bunga KUR dari 9% efektif per tahun menjadi 7% efektif per tahun. Penurunan suku bunga tersebut diharapkan mampu meningkatkan kinerja penyaluran KUR. Selain penurunan suku bunga KUR menjadi 7% efektif per tahun, Komite Kebijakan juga telah meluncurkan skema kredit usaha rakyat (KUR) sektor pariwisata melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2018.

Untuk mempermudah bagi pemangku kepentingan di pusat dan daerah dalam penyaluran KUR sektor pariwisata, Asdep Investasi Pariwisata bekerjasama dengan Kepala Biro Umum Kepegawaian Hukum dan Organisasi Kementerian Pariwisata, Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan pada hari Jum’at tanggal 12 Juli 2019, bertempat di Ruang Rapat Lantai 14, Kementerian Pariwisata menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penyusunan Pedoman/petunjuk pelaksanaan bagi masing-masing pihak yang terkait dengan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, serta pengawasan program KUR sektor pariwisata (Mugiyanto).