Rapat Harmonisasi Rancangan Peraturan Menteri tentang Pedoman Teknis Pengembangan Geopark sebagai Destinasi Pariwisata

Senin, 28 Oktober 2019

0

41

Jakarta (28/10) – bertempat di ruang rapat lantai 11 Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata menggelar rapat harmonisasi atas Rancangan Peraturan Menteri Pariwisata tentang Pedoman Teknis Pengembangan Geopark sebagai Destinasi Pariwisata.

Rapat harmonisasi tersebut dibuka oleh Bapak Alexander Reyaan selaku Asdep Pengembangan Wisata Alam dan Buatan dan dipandu oleh Bapak Moch. Nurul Huda mewakili Kepala Bagian Hukum, Organisasi dan Tata Laksana yang dihadiri oleh perwakilan Kemenko Kemaritiman, Kementerian Hukum dan HAM, Badan Geologi, Bappenas, Sekretariat Kabinet dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Lebih lanjut, Asdep Pengembangan Wisata Alam dan Buatan menyebutkan, Rapermen ini disusun sebagai petunjuk pelaksanaan dari Perpres No. 9 Tahun 2019 tentang Taman Bumi (Perpres Geopark), sesuai pembagian dan kewenangan. Pedoman Teknis Pengembangan Geopark sebagai Destinasi Pariwisata bertujuan memberikan acuan dalam perencanaan, pengelolaan, pembinaan, dan pengawasan geopark sebagai destinasi pariwisata.

Dalam beberapa pertemuan terkait pembahasan petunjuk pelaksanaan Perpres Geopark, terdapat dua hal baru yang penting juga untuk disusun yaitu pedoman penyusunan rencana induk geopark dan pedoman pengembangan lembaga pengelola geopark. Disepakati dua hal tersebut menjadi kewenangan dan tugas fungsi dari Bappenas. Sementara terkait yang diatur dalam Rapermenpar mencakup hal yang lebih spesifik, yaitu aspek atraksi, amenitas dan aksesibilitas pariwisata sesuai dengan pilar pengembangan destinasi pariwisata.

Alexander Reyaan berharap, Pedoman Teknis Pengembangan Geopark sebagai Destinasi Pariwisata dapat segera ditetapkan dan diimplementasikan agar pemerintah daerah dapat memiliki acuan dalam mengembangkan kawasan geopark. Pengembangan kawasan geopark diharapkan dapat mendorong kesejahteraan masyarakat dan semakin melindungi alam. Saat ini telah ditetapkan 15 Geopark Nasional, dimana 6 diantaranya merupakan UNESCO Global Geopark, yaitu Geopark Danau Toba (Sumatera Utara), Geopark Gunung Rinjani (NTB), Geopark Batur (Bali), Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu (Jawa Barat), Geopark Gunung Sewu (Jawa Tengah-DIY) dan Geopark Merangin (Jambi).