Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama Dalam Rangka Pengembangan Desa Wisata

Kamis, 27 Februari 2020

0

38

Komitmen Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam melakukan program pemberdayaan masyarakat desa yang mengarah pada pengembangan Desa Wisata ditindaklanjuti melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama (PKS).

Bertempat di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, telah dilakukan kegiatan Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama Pengembangan Desa Wisata pada tanggal 27 Februari 2020.

Menggandeng Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan antara Sesmen Kemenparekraf  dengan Sekjen Kemendes PDTT dan penandatanganan PKS antara Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf dengan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi (Balilatfo) Kemendes PDTT disaksikan oleh Sesmen Kemenparekraf/Baparekraf dan Sekjen Kemendes PDTT.

Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memberikan hasil yang komprehensif, karena akan saling mengisi dalam pembangunan pariwisata. Oleh karenanya pada acara tersebut setidaknya 110 (seratus sepuluh) Perguruan Tinggi juga melakukan penandatanganan PKS dengan Kemenparekraf/Baparekraf dan Kemendes PDTT.

Pariwisata telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai leading sector, dan pariwisata juga berperan sebagai penyumbang PDB, Devisa dan Lapangan Kerja yang paling mudah dan murah. Hal tersebut perlu kolaborasi antara seluruh stakeholder untuk membangun pariwisata Indonesia. Tantangan Pembangunan pariwisata Indonesia untuk mampu memberikan manfaat kepada seluruh lapisan masyarakat diharapkan dapat tercapai melalui  program pemberdayaan masyarakat desa yang mengarah pada pengembangan Desa Wisata.

Keberhasilan program pengembangan Desa Wisata yang dilakukan dapat mengembangkan kemampuan masyarakat sehingga mampu mengoptimalkan sumberdaya yang ada di desanya dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan. Dengan demikian seluruh lapisan masyarakat dapat mendapatkan manfaat dari pengembangan pariwisata di Indonesia.

“Diharapkan kesepakatan yang menjadi komitmen para pihak pada hari ini dapat ditindaklanjuti dengan baik, sehingga program pengembangan Desa Wisata yang dilakukan bersama dapat berdampak positif dan memberikan manfaat yang maksimal terutama bagi masyarakat desa” tutup Plt. Deputi Bidang Sumber  Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Fransiskus Xaverius Teguh, dalam sambutannya pada acara tersebut. (AW)