Kementerian Pariwisata dan PT PLN (Persero) Tandatangani Nota Kesepahaman Penyediaan Tenaga Listik untuk mendukung 10 (Sepuluh) Destinasi Pariwisata Prioritas

Jumat, 18 Oktober 2019

4

74

Hari Senin, 18 Oktober 2019, Kementerian Pariwisata melakukan penandatangan Nota Kesepahaman Kerjasama Penyediaan Tenaga Listrik untuk mendukung 10 (Sepuluh) Destinasi Pariwisata Prioritas dengan PT PLN (Persero). Bertempat di Kantor Pusat PT PLN (Persero), penandatanganan Nota Kesepaham dilakukan oleh Dadang Rizki Ratman selaku Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Sripeni Inten Cahyani selaku PLT Direktur Utama yang mewakili PT. PLN (Persero).

Turut hadir di dalam acara penandatanganan ini perwakilan dari 5 (lima) Asisten Deputi yang dibawahi Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata yaitu Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem, Asdep Pengembangan Destinasi Regional I, Asdep Pengembangan Destinasi Regional II, dan Asdep Pengembangan Destinasi Regional III. Sementara dari pihak PT. PLN (Persero)  turut hadir jajaran direksi PT PLN (Persero).

Nota Kesepahaman yang ditandatangani ini berisi kesepakatan bahwa PT PLN (Persero) akan memasok penyedian infrastruktur listrik di 10 Destinasi Prioritas sebesar 241.000 kVA.

Dadang Rizki Ratman, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata menyatakan bahwa melalui penandatangan Nota Kesepahaman ini, kedua pihak dapat membangun kemitraan dan sinergi dalam mendukung  pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas untuk membangun pemerataan pariwisata Indonesia.

Ruang lingkup kerjasama Penyediaan Pasokan Tenaga Listrik Untuk Mendukung 10 (Sepuluh) Destinasi Pariwisata Prioritas dalam nota kesepahaman ini adalah pemanfaatan sumber dan penyediaan infrastruktur listrik, penyediaan prasarana dan fasilitas pendukung pasokan tenaga listrik, Corporate Social Responsibility (CSR) dalam pengembangan desa wisata dan kawasan pariwisata, pelaksanaan edukasi publik dan diseminasi informasi serta pertukaran data dan informasi kedua belah pihak.

Kerjasama ini merupakan sinergi yang positif bagi kedua belah pihak terutama bagi Kementerian Pariwisata dalam rangka mengembangkan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas agar lebih maju menjadi wisata kelas dunia dan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Harapannya kerjasama ini dapat berjalan dengan baik dan lancar dalam 2 tahun kedepan.